Deskripsi
Langkah Kecil yang Membuka Jalan Pemulihan
Lukas 15:17–24
Ada dua kata yang tampaknya sederhana, tetapi sering sangat sulit diucapkan di dalam keluarga: “Saya salah.” Ketika konflik terjadi, kita lebih mudah menjelaskan alasan, membela diri, atau menunjukkan kesalahan orang lain daripada mengakui bagian kita sendiri.
Belajar Mengatakan “Saya Salah” mengajak keluarga memahami bahwa mengatakan “saya salah” bukan tanda kekalahan. Justru itu adalah bentuk kerendahan hati, tanggung jawab, dan keberanian untuk membuka jalan menuju pemulihan hubungan.
Melalui Lukas 15:17–24, khotbah ini menunjukkan bahwa perubahan dimulai ketika seseorang berani melihat dirinya sendiri dengan jujur, mengakui kesalahan secara jelas, dan mengambil langkah konkret untuk kembali. Kasih karunia memberi keberanian untuk tidak bersembunyi, sementara penerimaan yang sehat tetap berjalan bersama tanggung jawab dan perubahan nyata.
Di dalam naskah ini Anda mendapatkan:
- pengantar yang dekat dengan pengalaman konflik keluarga;
- penjelasan Lukas 15:17–24;
- pemahaman tentang keberanian melihat diri sendiri dengan jujur;
- cara meminta maaf secara bertanggung jawab;
- refleksi tentang kasih karunia, penerimaan, dan tanggung jawab;
- tiga penerapan praktis bagi keluarga;
- pertanyaan percakapan keluarga;
- komitmen praktis untuk meminta maaf dengan jelas;
- penutup dan doa;
- lisensi penggunaan pelayanan yang jelas.
Tiga penerapan utamanya mengajak keluarga belajar meminta maaf tanpa “tetapi”, tidak memaksa orang yang terluka segera berkata “tidak apa-apa”, serta menjadikan rumah sebagai tempat setiap orang dapat belajar dari kesalahan tanpa kehilangan kasih.
Spesifikasi Produk
Kode: KRT-14
Format: PDF
Bahasa: Indonesia
Kategori: Khotbah Siap Pakai – Rumah Tangga
Lisensi: Lisensi Pelayanan – 1 pengguna
Pengiriman: Produk digital, tidak ada pengiriman fisik.
Lisensi Pelayanan
Pembeli diperbolehkan membaca, menyimpan, mencetak satu salinan pribadi, serta membawakan dan mengadaptasi materi khotbah ini sesuai konteks pelayanan. Dalam penyampaian lisan, pengkhotbah tidak diwajibkan menyebut nama penulis dari mimbar. File digital tidak boleh dijual kembali, dibagikan, diunggah untuk distribusi umum, atau diterbitkan ulang tanpa izin.






Ulasan
Belum ada ulasan.