Deskripsi
Mengelola Amarah sebagai Bagian dari Kehidupan Baru di dalam Kristus
Efesus 4:25–32
Hampir setiap keluarga pernah mengalami amarah. Kadang amarah muncul karena persoalan besar seperti kebohongan, pengkhianatan, atau ketidakadilan. Kadang juga berasal dari hal-hal sederhana yang menumpuk: perkataan yang menyinggung, tanggung jawab yang diabaikan, atau perasaan tidak dihargai.
Jangan Biarkan Amarah Tinggal Terlalu Lama menolong keluarga memahami bahwa merasa marah tidak selalu sama dengan berbuat dosa. Amarah dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, tetapi ia tidak boleh dibiarkan mengambil alih pikiran, perkataan, dan tindakan hingga berubah menjadi penghinaan, kekerasan, hukuman diam, atau kepahitan.
Melalui Efesus 4:25–32, khotbah ini mengajak jemaat mengelola amarah sebagai bagian dari kehidupan baru di dalam Kristus: mengenali emosi dengan jujur, mengambil jeda yang bertanggung jawab, berkata benar tanpa menghancurkan martabat orang lain, menyelesaikan konflik, dan mengganti pola lama dengan keramahan, kasih, serta pengampunan.
Di dalam naskah ini Anda mendapatkan:
- pengantar yang dekat dengan pengalaman amarah dalam keluarga;
- penjelasan Efesus 4:25–32;
- pemahaman tentang perbedaan antara mengalami amarah dan berbuat dosa;
- panduan mengambil jeda secara bertanggung jawab;
- refleksi tentang kata-kata yang membangun dan yang merusak;
- tiga penerapan praktis bagi keluarga;
- pertanyaan percakapan keluarga;
- komitmen membangun pola baru dalam menghadapi konflik;
- perhatian terhadap keamanan jika amarah sudah berbentuk kekerasan atau ancaman;
- penutup dan doa;
- lisensi penggunaan pelayanan yang jelas.
Tiga penerapan utamanya mengajak keluarga mengenali amarah sebelum dikuasai olehnya, menyelesaikan masalah tanpa menyerang pribadi, serta tidak membiarkan pola konflik yang merusak menjadi warisan di dalam rumah.
Spesifikasi Produk
Kode: KRT-16
Format: PDF
Bahasa: Indonesia
Kategori: Khotbah Siap Pakai – Rumah Tangga
Lisensi: Lisensi Pelayanan – 1 pengguna
Pengiriman: Produk digital, tidak ada pengiriman fisik.
Lisensi Pelayanan
Pembeli diperbolehkan membaca, menyimpan, mencetak satu salinan pribadi, serta membawakan dan mengadaptasi materi khotbah ini sesuai konteks pelayanan. Dalam penyampaian lisan, pengkhotbah tidak diwajibkan menyebut nama penulis dari mimbar. Hak cipta dan kepengarangan atas naskah tetap berada pada penulis. File digital tidak boleh dijual kembali, dibagikan kepada pihak lain, diunggah untuk distribusi umum, digandakan secara massal, diterbitkan ulang, diterjemahkan untuk diedarkan, atau diakui sebagai karya sendiri tanpa izin tertulis.






Ulasan
Belum ada ulasan.