Deskripsi
Tetap Percaya dan Berjalan Bersama Tuhan di Tengah Penantian
Yohanes 11:1–6, 17–27
Ada doa-doa yang kita bawa berulang kali kepada Tuhan. Kita berdoa untuk kesembuhan, pekerjaan, perubahan anak, pemulihan relasi, kebutuhan ekonomi, atau berbagai persoalan keluarga—namun jawaban yang diharapkan belum juga datang.
Ketika Doa Kita Belum Terjawab mengajak keluarga masuk ke dalam kisah Marta, Maria, dan Lazarus. Yohanes 11 menunjukkan bahwa kasih Tuhan tidak selalu tampak dalam kecepatan jawaban yang kita harapkan. Yesus mengasihi mereka, tetapi pertolongan-Nya datang pada waktu yang tidak mereka pahami.
Khotbah ini menolong jemaat memahami bahwa penundaan tidak otomatis berarti Tuhan tidak mengasihi atau meninggalkan. Marta membawa kekecewaannya secara jujur kepada Yesus, dan Yesus mengarahkannya dari jawaban yang diharapkan kepada Pribadi yang dapat dipercaya: “Akulah kebangkitan dan hidup.”
Di dalam naskah ini Anda mendapatkan:
- pengantar yang dekat dengan pengalaman doa yang belum terjawab;
- penjelasan Yohanes 11:1–6, 17–27;
- pemahaman bahwa penundaan tidak selalu berarti ketiadaan kasih Tuhan;
- refleksi tentang kejujuran dalam membawa kecewa dan pertanyaan kepada Tuhan;
- pemahaman bahwa pusat iman adalah Kristus, bukan hanya jawaban yang kita inginkan;
- tiga penerapan praktis bagi keluarga;
- pertanyaan percakapan keluarga;
- komitmen doa selama satu minggu;
- penutup dan doa;
- lisensi penggunaan pelayanan yang jelas.
Tiga penerapan utamanya mengajak keluarga tidak menyembunyikan kekecewaan dari Tuhan, tidak membiarkan penantian berubah menjadi saling menyalahkan, serta tetap menjalani kehidupan dengan setia sambil menunggu jawaban.
Spesifikasi Produk
Kode: KRT-25
Format: PDF
Bahasa: Indonesia
Kategori: Khotbah Siap Pakai – Rumah Tangga
Seri: Seri 3 – Tuhan di Tengah Pergumulan Keluarga
Lisensi: Lisensi Pelayanan – 1 pengguna
Pengiriman: Produk digital, tidak ada pengiriman fisik.
Lisensi Pelayanan
Pembeli diperbolehkan membaca, menyimpan, mencetak satu salinan pribadi, serta membawakan dan mengadaptasi materi khotbah ini sesuai konteks pelayanan. Dalam penyampaian lisan, pengkhotbah tidak diwajibkan menyebut nama penulis dari mimbar. Hak cipta dan kepengarangan tetap berada pada penulis. File digital tidak boleh dijual kembali, dibagikan kepada pihak lain, diunggah untuk distribusi umum, digandakan secara massal, diterbitkan ulang, diterjemahkan untuk diedarkan, atau diakui sebagai karya sendiri tanpa izin tertulis.






Ulasan
Belum ada ulasan.