Deskripsi
Hidup yang Dilihat, Lebih Bicara daripada Nasihat
1 Timotius 4:12
Di dalam keluarga, kita dapat memberi banyak nasihat tentang kejujuran, doa, pengampunan, tanggung jawab, kasih, dan disiplin. Namun anggota keluarga—terutama anak-anak—sering belajar lebih kuat dari apa yang mereka lihat setiap hari daripada dari apa yang kita ucapkan.
Mengajar Lebih Banyak dengan Teladan mengajak keluarga belajar dari nasihat Paulus kepada Timotius: “Jadilah teladan.” Pengaruh yang kuat tidak terutama lahir dari tuntutan untuk dihormati, tetapi dari kehidupan yang dapat dipercaya dalam perkataan, tingkah laku, kasih, iman, dan integritas.
Khotbah ini menolong jemaat mengevaluasi kesesuaian antara nasihat dan kehidupan. Keteladanan bukan berarti berpura-pura sempurna. Justru salah satu teladan yang paling kuat terlihat ketika orang dewasa berani mengakui kelemahan, meminta maaf ketika salah, belajar kembali, dan terus bertumbuh di hadapan Tuhan.
Di dalam naskah ini Anda mendapatkan:
- pengantar tentang kuatnya pengaruh teladan dalam keluarga;
- penjelasan 1 Timotius 4:12;
- refleksi tentang teladan dalam perkataan dan tingkah laku;
- pemahaman tentang kasih dan iman sebagai isi keteladanan;
- penekanan pada integritas antara ajaran dan kehidupan;
- kesadaran bahwa keteladanan tidak menuntut kesempurnaan;
- tiga penerapan praktis bagi keluarga;
- pertanyaan percakapan keluarga;
- komitmen memilih satu nilai untuk dihidupi bersama selama satu minggu;
- penutup dan doa;
- lisensi penggunaan pelayanan yang jelas.
Tiga penerapan utamanya mengajak keluarga tidak menuntut dari orang lain apa yang kita sendiri tidak mau hidupi, menjadi teladan yang nyata tanpa berpura-pura sempurna, serta membangun budaya keteladanan lintas generasi.
Spesifikasi Produk
Kode: KRT-34
Format: PDF
Bahasa: Indonesia
Kategori: Khotbah Siap Pakai – Rumah Tangga
Seri: Seri 4 – Menjadi Keluarga yang Saling Menumbuhkan
Lisensi: Lisensi Pelayanan – 1 pengguna
Pengiriman: Produk digital, tidak ada pengiriman fisik.
Lisensi Pelayanan
Pembeli diperbolehkan membaca, menyimpan, mencetak satu salinan pribadi, serta membawakan dan mengadaptasi materi khotbah ini sesuai konteks pelayanan. Dalam penyampaian lisan, pengkhotbah tidak diwajibkan menyebut nama penulis dari mimbar. Hak cipta dan kepengarangan tetap berada pada penulis. File digital tidak boleh dijual kembali, dibagikan kepada pihak lain, diunggah untuk distribusi umum, digandakan secara massal, diterbitkan ulang, diterjemahkan untuk diedarkan, atau diakui sebagai karya sendiri tanpa izin tertulis.






Ulasan
Belum ada ulasan.